Rabu, 10 Oktober 2012

Totto-chan: Gadis CIlik di Jendela




Data Buku

Penulis          : Tetsuko Kuroyanagi
Judul Asli     : 窓ぎわのトットちゃん (Madogiwa no Totto-chan)
Penerjemah  : Widya Kirana
Ilustrator      : Chihiro Kiwasaki
Genre           : Sastra anak-anak & Autobiografi
Penerbit        : PT. Gramedia Pustaka Utama





Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, merupakan sebuah novel autobiografi karangan Tetsuko Kuroyanagi yang diterbitkan pada tahun 1981 oleh Kodansha International, Ltd. di Jepang. Novel ini menceritakan kisah perjalanan pendidikan yang telah diterima oleh sang penulis di Tomoe Gakuen, sebuah SD di Tokyo yang didirikan oleh Sosaku Kobayashi pada saat Perang Dunia II.

Sinopsis
Ibu Guru menganggap Totto-chan nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah. 
Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen. Totto-chan girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta yang dijadikan kelas. Di Tomoe Gakuen, para murid juga diperbolehkan untuk mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Karena sekolah itu begitu unik, Totto-chan pun merasa kerasan.
Walaupun belum menyadarinya, Totto-chan tidak hanya belajar fisika, berhitung, musik, bahasa, dan berbagai hal disana. Ia juga mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang persahabatan, rasa hormat, dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.




Novel ini sangat direkomendasikan terhadap para penikmat novel bergenre sastra klasik. Pesan moral yang disampaikan sungguh dalam. Betapa berharganya sebuah persahabatan diajarkan dalam novel ini. Kemudahan dan keberhargaan untuk memperoleh wawasan dari lingkungan sekitarpun, turut disertakan dalam lembar-lembar Totto-chan.

Sebuah pendidikan yang berarti, tidak hanya didapatkan melalui formalitas belaka, akan tetapi melalui kreatifitas serta inisiatif dari dalam diri, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan lebih banyak lagi. Pengalaman hidup yang telah dialami oleh Tetsuko Kuroyanagi, Totto-chan merupakan salah satu contoh yang dapat kita jiwai dalam pribadi.




Selasa, 09 Oktober 2012

The Hunger Games

Trilogi The Hunger Games karangan Suzanne Collins ini terdiri dari 3 buku, yaitu :
  1. The Hunger Games
  2. Catching Fire
  3. Mocking Jay
Buku ini bercerita tentang seorang gadis bernama Katnis yang tinggal di sebuah negara bernama Panem. Panem terdiri dari Capitol sebagai pusat kota dan 12 distrik. Ia tinggal di wilayah termiskin yaitu di distrik 12 bersama dengan adik perempuan dan ibunya.Ayahnya telah meninggal akibat kecelakaan di tambang batu bara.Oleh karena itu, Katnis menjadi tulang punggung dalam keluarganya. Karena pemberontakan di masa lalu, Capitol setiap tahunnya mengambil 1 anak perempuan dan 1 anak laki-laki dari setiap distrik untuk bertarung dan saling bunuh di Hunger Games. Hanya satu orang yang akan tersisa untuk menjadi pemenang.Ketika adik perempuannya terpilih dalam untuk mengikuti The Hunger Games, Katnis mengajukan dirinya untuk menggantikan adiknya. Maka dimulailah dimulailah pertarungan hidup dan mati di The Hunger Games.

Buku karya Suzanne Collins ini sangat menarik karena selain mudah untuk dipahami, kita juga dapat merasakan ketegangan yang dialami Katnis di dalam The Hunger Games.
Selain ketegangan di buku ini juga terdapat kisah romantis di mana Peeta yang merupakan anak laki-laki yang terpilih untuk mengikuti The Hunger Games dari distrik 12 yang ternyata jatuh cinta pada Katnis yang berasal dari distrik yang sama.

Kehadiran novel ini memberi warna baru bagi genre novel remaja yang sebelumnya diwarnai oleh dunia sihir dan vampir romantis. Di Amerika novel ini menjadi best seller mengalahkan serial Twilight. Buku ini juga menungkap sisi-sisi kemanusiaan, nilai-nilai persahabatan, dan pengorbanan bagi seorang Katniss. Ketika peserta-peserta lain memiliki nafsu untuk membunuh karena dibutakan oleh keinginan untuk memenangkan pertandingan, Katniss tetap berpegang pada hati nuraninya untuk tidak membunuh jika dirasa tidak perlu.

Unlimited Wealth




Judul Buku : Unlimited wealth
17 hari menuju kebebasan finansial
Penulis: Bong Chandra
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2011

Buku ini adalah salah satu buku yang berguna untuk memotivasi seseorang. Wajar saja, karena buku ini ditulis oleh motivator yang hebat, yaitu BONG CHANDRA. Dalam buku ini, pembaca diajak untuk membayangkan menjadi seorang yang kaya raya. Di buku ini, kita akan dibertitahu tentang tips-tips untuk menjadi seseorang yang sukses. Di akhir setiap tips yang diberikan, sang penulis, Bong Chandra menuliskan bahwa pengetahuan apabila tidak dipraktikkan, tak berguna. Di buku ini juga, kita diajak untuk mengubah pola pikir, pola kerja, membuka peluang yang baru, dan juga harus memperluas pergaulan kita.

Ada salah satu tips di buku ini yang menurut saya benar adanya, yaitu tentang bergaul dengan orang yang sudah sukses dan kaya agar kita dapat belajar dari mereka. Juga ada tips lain yang menarik perhatian saya, yaitu menjadi 'sapi ungu'. Maksud dari pernyataan ini adalah kita harus menjadi seseorang yang berbeda dari yang lain. Menurut saya, hal ini juga bisa dikatakan dengan menjadi seorang 'manusia diferensial'. Contohnya adalah terdapat banyak sekali penyanyi dengan suara yang merdu dan menarik. Namun, di antara mereka semua hanya ada beberapa yang dapat bertahan di industri musik, padahal mereka sama-sama memiliki suara yang merdu. Tapi, perlu diingat bahwa ada penyanyi yang punya konsep (cara penyampaian) yang berbeda dari para penyanyi pada umumnya. Hal inilah yang membedakan mereka semua.


Saya mengakui bahwa buku ini sangat bagus untuk dibaca. Saya pun tidak ragu untuk memberi angka 9.8 dari 10 angka tersedia untuk buku ini. Semua tips yang ada di buku ini bisa dilakukan, tidak seperti beberapa buku yang memberi tips yang muluk-muluk atau sebenarnya tidak bisa dilakukan. Selain itu, kalimat yang berisi bahwa pengetahuan apabila tidak dipraktikkan tak ada gunanya, mengingatkan kita untuk melakukan hal tersebut, tidak hanya membacanya.


Buku ini juga memiliki pesan yang bagus, salah satunya adalah belajarlah untuk memberi keuntungan bagi orang lain, jangan hanya mau mengambil keuntungan dari orang lain.
Sebagai kesimpulan, menurut saya buku ini adalah buku yang sangat berguna dan tidak membosankan untuk dibaca.


Percy Jackson


Percy Jackson , sikuel karangan Rick Riordan. Sikuel ini terdiri dari 5 buku, yaitu:
  1. Percy Jackson and The Olympians-The Lightning Thief
  2. Percy Jackson and The Olympians-The Sea Monster
  3. Percy Jackson and The Olympians-The Titan's Curse
  4. Percy Jackson and The Olympians-The Labyrinth
  5. Percy Jackson and The Olympians-The Last Olympian
Buku pertama bercerita tentang Percy Jackson yang merupakan anak dari Poseidon (Dewa Laut Yunani Kuno) yang dituduh mencuri petir Zeus (Dewa Langit Yunani Kuno).  Percy juga harus menolong ibunya yang tawan Hades (Dewa Dunia Bawah Yunani Kuno), karena ia dituduh mencuri helm kegelapan milik Hades. Karena suatu ramalan, para 3 dewa besar (Poseidon, Hades, Zeus) berjanji tak memiliki anak, namun janji itu terlanggar dengan terlahirnya Percy. Dengan bantuan dari Grover sang satir dan Annabeth Chase yang merupakan anak Athena (Dewi Kebijaksanaan) mereka berpetualang ke dunia bawah dan pergi mencari petir serta helm tersebut sebelum batas yang ditentukan agar tak terjadi perang antar dewa yang menyebabkan kematian banyak orang. Percy pun harus terbebani karena menjadi anak dalam ramalan besar yang mengancam dunia dan berusaha menyelamatkan dunia dari ancaman Kronos.

Buku karya Rick Riordan ini ditulis dengan baik dan mudah dipahami. Kita dapat mempelajari mitologi kuno Yunani dengan menyenangkan. Dengan membaca buku ini kita juga dapat merasakan ketegangan saat berada di posisi Percy yang harus memilih maju dengan resiko yang dapat membunuhnya atau orang yang disayanginya atau mundur dan menghancurkan dunia. Kita akan dibawa kedunia fantasi modern yang membuat kita tak dapat berhenti membaca buku ini dan selalu penasaran dengan ide-ide cerdik dan penuh resiko yang harus diambil Percy, serta perang besar yang harus ia hadapi. 
Buku ini mengajarkan kita tentang pentingnya orang-orang disekitar kita, kecerdikan yang akan mempengaruhi hidup dan mati, serta harapan untuk maju kedepan walaupun banyak yang harus dikorbankan. Pengorbanan dan Keberanian adalah hal yang sulit untuk dipahami, namun di buku ini, kita akan diajari tentang kedua hal tersebut.



LUPUS





Kompasianers, itulah sepenggal kisah yang saya kutip dari cerita berjudul Evita Fannydi halaman 33 dari novel Lupus seri Cinta Olimpiade (PT. Gramedia Pustaka Utama, 1993). Cinta Olimpiade adalah salah satu novel dari lima novel Lupus yang sedang di-retouch oleh Hilman Hariwijaya.


Retouch adalah istilah dalam fotography maupun desain grafis, yakni memberikan sentuhan dengan efek-efek khusus agar foto atau grafis terlihat menarik. Nah, istilah ini juga berlaku dalam penulisan, yang berarti memberikan sentuhan kata atau kalimat dengan cara merevisi kembali novel lama, tanpa meninggalkan alur kisah yang ada. Namun, isi dari novel disesuaikan dengan kondisi masa kini.


“Sebenarnya ada dua project. Satu itu remake dari buku lama yang dibundel. Ada 5 buku jadi satu novel, tapi ditulis ulang dengan situasi sekarang,” papar pria kelahiran Jakarta, 24 Agutus 1964 ini. “Satunya lagi benar-benar novel baru Lupus.”


Buat Anda yang hidup di era 80-an dan 90-an, pasti mengenal jagoan ngocol bernama Lupus. Lupus adalah tokoh imajiner, seorang siswa SMA Merah Putih yang doyan makan permen karet dan punya rambut mirip John Taylor (anggota band Duran-Duran).


Novel Lupus sangat laris bak kacang goreng. Namun, istilah kacang goreng di sini bukan berarti novelnya cemen. Justru kisah-kisah Lupus sangat membumi. Semua remaja seakan mengalami apa yang dialami oleh tokoh imajiner berambut jambul ini. Gaya bahasa yang kocak menjadi tren saat itu, termasuk gaya berpakaian: kaos plus kemeja lengan panjang yang lengannya digulung dan tidak kancing.


Kompasianers, novel fiksi serial Lupus ini berawal dari sebuah sisipan di majalah HAI pada 1986. Ada beberapa cerita di dalam sisipan itu. Salah satunya Tangkaplah Daku Kau Kujitak. Waktu itu, dari judulnya saja bikin kita tersenyum. Kebetulan inspirasi judul ini didapat dari film yang saat itu memang booming, yakni Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), yang dibintangi Dedi Mizwar dan Lidya Kandau.


Ternyata cerpen sisipan tentang Lupus di majalah HAI ini mendapat sambutan yang luar biasa dari pembaca. Tak heran, sejak itu, Lupus dijadikan serial tetap di majalah yang saat itu masih bermarkas di jalan Palmerah, Jakarta Barat. Baru setelah itu, PT. Gramedia Pustaka Utama (GPU) membukukan kisah Lupus, dan Tangkaplah Daku Kau Kujitak menjadi novel serial Lupus pertama, yang diterbitkan pertama kali Desember 1986.


Sudah diduga, novel serial pertama Lupus yang awalnya dicetak cuma 5000 eksemplar, ludes terjual. Tak heran, GPU tak segan-segan mencetak ulang novel tersebut hingga beberapa kali. Selain itu, penerbit ini juga mencetak novel-novel Lupusselanjutnya. Mulai dari Tangkaplah Daku Kau Kujitak, Mahkluk Manis Dalam Bis,Cinta Olimpiade, Tragedi Sinemata, maupun Topi-Topi Centil. Bukan cuma serial Lupus yang sudah SMA, tetapi Hilman membuat serial Lupus Kecil dan kisah Lupus sewaktu SMP di serial Lupus ABG. Total novel-novelnya terjual jutaan eksemplar. Gara-gara Lupus, Hilman menjadi salah seorang penulis muda sukses.


Kesuksesan itu membuat Hilman diidentikan dengan sosok Lupus yang konyol atau kata anak sekarang gokil. Hilman adalah Lupus, Lupus adalah Hilman. Ia pun dijuluki sebagai ‘Si Jago Ngocol Se-Indonesia’. Padahal, dalam kesehariannya, ia mengaku bertolak belakang dengan tokoh Lupus. Pria yang sempat tergabung dengan komunitas menulis High Club ini adalah sosok pendiam dan bertampang serius. Justru lewat Lupus, ia bisa mengeksplorasi kegilaan dan kejahilannya.


Kompasianers, Hilman merupakan penulis muda produktif. Di tengah-tengah kesibukannya menjadi karyawan di Indosiar saat itu -ia masuk Indosiar pada Maret 1993 sebagai script supervisor-, ia menulis beberapa novel. Selain novel serial Lupus, ia juga menulis sejumlah novel remaja yang tak kalah hebat, yakni Olga (1990), Sohib Gaib (1992), SMA Elite (1993), Mimpi Full Colour (1998), Reformasi Damai (1998),Napak Tilas Para Hantu (1992), Sidang Para Hantu (1994), Kenduri Karet (1994),Buaya-Buaya Geologi (1995), Kleptomania (1998), dan masih banyak lagi.


Setelah keluar dari Indosiar sebagai Drama Producer pada 2005, Hilman menjadi penulis skenario sinetron. Cinta Fitri adalah sinetron garapan Hilman. Selain itu, Melati untuk Marvel, Arti Sahabat, dan beberapa sinetron lain. “Sekarang yang lagi tayang sinetron Kami Bukan Malaikat dan Saranghae,” jelas pria yang sedang sibuk tengah mempersiapkan beberapa judul sinetron lain ini.


Insya Allah jika tidak ada aral melintang, pada 2012 ini, serial Lupus will be back. Anda yang dahulu pernah dan barangkali sampai saat ini nge-fans dengan Lupus akan dihibur lagi anak muda yang ngocol ini. Tentu ada bahasa dan setting yang di-update, sehingga anak-anak remaja sekarang juga bisa menikmati.


“Awalnya dari mau dibikinnya film Lupus yang temanya reborn. Ya, kayak waktu ada film Batman Begins atau Amazing Spiderman. Jadi Lupus-nya di-reboot lagi,” jelas Hilman, yang pernah menjadi juara dalam sayembara mengarang cerpen pada 1978 ini, dengan judul cerpen Bian, Adikku Yang Tidak Pernah Ada ini.


Momentum film Lupus yang akan diproduksi itu menurut Hilman tepat sekali dengan keinginan GPU merilis ulang buku-buku klasik Lupus dengan sentuhan baru. “Gue disuruh baca ulang dan disuruh meretouch. Pas gue baca-baca lagi, gue geli-geli sendiri. Kok dulu culun banget ya gue nulisnya?”


Kelima novel yang dibundel jadi satu itu adalah novel Tangkaplah Daku Kau Kujitak,Mahkluk Manis Dalam Bis, Cinta Olimpiade, Tragedi Sinemata, dan Topi-Topi Centil. Meski retouch disesuaikan dengan kondisi sekarang, tapi Hilman tetap melihat ada hal yang masih relevan dengan anak muda sekarang.


“Kalo dulu Lupus gayanya ala Duran-Duran, ternyata anak-anak sekarang gayanya ala K-Pop yang sama aja seperti Duran-Duran, pakai jambul segala,” kata Hilman yang diminta pihak GPU untuk memulai melakukan project ini pada Juni 2012 lalu dandeadline-nya terbit akhir 2012 ini. “Kalo joke-joke-nya memang ada yang garing kalo dipakai di situasi sekarang ini, tetapi ada juga yang masih terasa lucu. Jadi, gue tulis ulang lagi semuanya, dengan revisi sana-sini. Trus ada beberapa cerita yang tadinya jadul banget, gue ubah jadi yang lebih segar.”


Tentang film Lupus, Hilman menjelaskan, bahwa pemeran utama Lupus akan dicari via televisi. Nanti, dibuat program acara semacam kontes Indonesian Idol. Kemungkinan besar, stasiun televisi yang akan menyiarkan adalah RCTI.


“Masa gue?” ujar Hilman ketika saya tanya kenapa bukan dirinya yang berperan sebagai Lupus. Seperti Anda ketahui, setelah Ryan Hidayat meninggal, pemeran Lupus di film pernah dimainkan oleh Hilman sendiri. “Dulu aja kecelakaan banget gue main.”


Kompasianers, bagi Anda penggemar Lupus, tentu sudah tidak sabar lagi menunggu dua novel serial Lupus yang akan terbit pada 2012 ini, novel yang di-retouch dan yang terbaru. Plus menantikan film layar lebar ‘Si Jago Ngocol Se-Indonesia’ ini.






Add caption

Kisah-kisah beedle si guru cerita



The Tales of Beedle The Bard (Kisah - kisah beedle si juru cerita)
oleh : J.K. Rowling  

 
      Buku ini merupakan sebuah buku cerita anak-anak penyihir yang disebutkan dalam Harry Potter and the Deathly Hallows dimana dalam cerita itu, buku ini merupakan peninggalan dari Albus Dombledore kepada Hermione Granger. Buku ini memiliki 5 dongeng yang di persembahkan untuk para muggle. Salah satu dongeng tersebut adalah "Kisah Tiga Saudara. Kisah ini telah diterangkan dalam bab 21 buku Harry Potter and the Deathly Hallows dengan sangat jelas oleh Hermione Granger.

     Kisah ini menceritakan tentang tiga kakak adik penyihir yang sedang berkelana bersama, setiba di seberang sungai yang sulit untuk di seberangi, namun dengan mudahnya mereka memunculkan jembatan ajaib yang memudahkan untuk menyebrang. Melihat hal itu, kematian sangat marah karena ia telah kehilangan makan malamnya. Namun kematian berpura-pura kagum dengan kehebatan mereka dan berjanji akan mengabulkan tiga keinginan dari mereka. saudara pertama minta tongkat sakti yang tidak terkalahkan. Saudara kedua minta batu untuk memanggil orang mati. Namun saudara ketiga menyadari niat jahat kematian sehingga meminta jubah gaib yang tidak dapat terlihat agar kematian tak dapat mengikutinya. Kemudian mereka terpisah.
Saudara pertama yang bangga dengan tongkat saktinya, dirampok saat tidur dan dibunuh. Saudara kedua memanggil wanita yang dicintainya yang mati sebelum dinikahinya Namun akhirnya bunuh diri karena ia hanya bisa memanggil wanita itu dan ia tidak puas. Kematian tidak bisa menemukan saudara ketiga karena ia selalu ersembunyi dalam jubah gaib tersebut. Setelah bertahun tahun, ia menjadi tua dan akhirnya melepaskan jubah tersebut dan diberikan kepada anaknya. Kemudian ia pergi menemui kematian sebagai kawan lama dan memilih pergi bersama sama dengan kedua saudaranya.

     Selain "Kisah Tiga Saudara", masih terdapat empat dongeng lagi yang beragam dengan masing-masing karakter magisnya, yang akan menghadirkan kegembiraan,tawa, dan ketegangan bagi para pembaca.
Dongeng-dongeng tersebut adalah Sang Penyihir dan Kuali Melompat, Air Mancur Mujur Melimpah, Penyihir Berhati Berbulu, dan yang terakhir Babbity Rabbity dan Tunggul Terbahak.
Catatan tambahan oleh profesor Albus Dumbledore juga pasti akan dinikmati oleh semua orang. Seperti biasa, Profesor Albus Dumbledore membahas pelajaran-pelajaran moral yang dapat diambil dari kisah-isah ini dan membocorkan sedikit informasi mengenai kehidupan di Hogwarts.